KEMENAG KUBU RAYA GELAR PEMBINAAN ASN. KAKANWIL: Catat Apa Yang Dipikirkan, Laksanakan Apa Yang Dicatat, Evaluasi Apa Yang Dilaksanakan Dan Laporkan Apa Yang Kamu Kerjakan.

KEMENAG KUBU RAYA GELAR PEMBINAAN ASN. KAKANWIL: Catat Apa Yang Dipikirkan, Laksanakan Apa Yang Dicatat, Evaluasi Apa Yang Dilaksanakan Dan Laporkan Apa Yang Kamu Kerjakan.


Kantor Kementerian Agama Kab Kubu Raya selenggarakan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tanggal 22/09/2021 di Aula MAN 1 Kubu Raya. Kegiatan dikuti oleh Kasi dan Penyelenggara, pengawas dan Guru Madrasah, Kepala KUA, Penghulu, Penyuluh agama Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Hindu. 

Tidak semua ASN diundang karena acara dilaksanakan secara terbatas dengan mengacu pada protokol Kesehatan yang dikenal dengan 5M yaitu Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobiltas. 

Kegiatan dihadiri langsung oleh kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Drs. H. Syahrul Yadi, Kabag TU Kanwil Kemenag H. Rohadi, M.Si, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya H. Nahruji  Sudiman, M.Si dan Kasubag TU Kemenag Kubu Raya Abu Bakar, S.Ag. 

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci al-Quran yang dibacakan  oleh Rahmawati Juara I STQ tingkat Nasional tahun 2020 kemudian dilanjutkan sambutan ketua panitia yang juga sebagai Kasubbag TU Kemenag Kubu Raya, Abu Bakar, S.Ag. 

Mengawali sambutannya, Abu Bakar mengucapkan syukur kepada Allah swt, Tuhan yang maha esa atas terselenggaranya acara ini dan ucapan terima kasih kepada Kakanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat dan kepada seluruh ASN yang hadir dalam acara pembinaan. 

Disela-sela sambutannya Abu Bakar mencoba mengurai suasa hening menjadi ria dengan lantunan pantun melayunya


Ke Kapuas Hulu Menangkar Ikan.

Ikan Yang Ditangkar Si Ikan Arwana.

Selamat Datang Kami Haturkan.

Kepada  Pak Kakanwil Yang Bijaksana.


Kami Segenap ASN Kemenag Kubu Raya.

Terus Berkhidmat Berinovasi dan Berkarya.

Arahan pembinaan Pak Kakanwil Sebagai Upaya.

Menuju Moderasi Beragama Indonesia Jaya.


Kemudian, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya H. Nahruji  Sudiman, M.Si dalam sambutannya juga menyampaikan ucapan terima kepada bapak Kakanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat karena telah berkenan hadir pada kegiatan pembinaan ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya dan kepada seluruh ASN yang hadir. 

Nahruji mengatakan bahwa pertemuan yang dikemas dalam pembinaan ini dapat menjadi ajang silaturrahmi. Harapannya setelah pembinaan ini ASN dapat meningkatkan kualitas layanannya dan tetap mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberi layanan terbaik bagi masyarakat. 

Kepala Kantor Kemenag Kubu Raya juga menyampaikan program prioritas Kementerian Agama, yaitu moderasi beragama, transformasi digital, revitalisasi KUA, cyber Islamic university, kemandirian pesantren, dan religiosity index

Salah satu diantara enam program prioritas kementerian agama adalah moderasi beragama. Perlunya memoderasi beragama karena akhir-akhir ini disinyalir adanya fenomena yang berkembang tentang maraknya tindakan radikalisme atas nama agama. 

Agama yang semestinya menjadi perekat dalam  mengangkat harkat dan martabat manusia jangan sampai dijadikan alat untuk mengingkari nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri, seru Nahruji.

Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan abdi negara dan pelayan masyarakat. 

Oleh karena itu, ASN memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk merawat keragaman dan kebhinekaan termasuk keragaman dalam kehidupan berbangsa dan beragama. 

Nahruji juga melaporkan bahwa saat ini Kantor Kementeian Agama Kabupaten Kubu Raya terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana layanan melalui anggaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). "Alhamdulillah kami dipercaya mendapatkan proyek SBSN 2021 untuk membangun sarpras Pusat layanan Haji dan Umrah (PLHUT) dan pembangunan Gedung KUA di Kecamatan Teluk Pakedai yang sudah lama kami nantikan di tengah kebutuhan sarana layanan yang mendesak," insyaallah sarana ini akan dimanfaatkan untuk memberi layanan terbaik bagi seluruh masyarakat” 

Sementara itu, kepala kantor wilayah kementerian agama provinsi Kalimantan Drs. H Syahrul Yadi, M.Si menyampaikan materi tentang optimalisasi hazanah intelektual yang terangkum dalam lima budaya kerja kementerian agama yaitu, Integritas, Profesionalisme, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan. 

Sahrul Yadi juga menyampaikan tentang optimalisasi digitalisasi, optimalisasi moderasi beragama dan optimalisasi KUA.

Dalam optimalisasi hazanah intelektual yang terangkum dalam lima budaya kerja kementerian agama, kakanwil menyampaikan bahwa ASN harus bekerja secara optimal atau mengoptimalkan potensi yang dimilikinya untuk melayani masyarakat, jujur dan disiplin karena semua pekerjaan yang kita laksanakan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan baik dihadapan Allah swt maupun dihadapan manusia. 

ASN kementerian agama harus menjadi warasatul anbiya’ (pewaris para nabi) karena didalamnya terdapat ragam suku, kelompok, golongan dan umat beragama yang hidup berdampingan. Oleh karena itu Semua ide, iman dan amal harus mampu menyikapi budaya kerja sebagai bagian dari program prioritas kementerian agama. 

ASN kementerian tidak ada ruang untuk hidup berpecah belah karena perbedaan etnis, kelompok, golongan dan agama. Moderasi beragama sangat penting agar saling menahan diri dari tindak kekerasan, tidak mudah meluapkan emosi, tidak mudah tersinggung dan menyalahkan orang lain. 

Secara filosofis moderasi beragama artinya tidak bersifat ekstrim kiri dan kanan tapi bersifat mutawassith (berada ditengah).

Menyinggung tentang optimaliasi digitalisasi, kakanwil mengatakan bahwa ASN harus siap beradaptasi dengan perubahan. Saat ini hampir seluruh tenaga manusia tergantikan oleh mesin atau aplikasi. otomatisasi dan pekerjaan online mulai berkembang. World Economic Forum memproyeksikan pekerja akan perlahan digantikan mesin pada 2025. Krisis dan pandemi Covid-19 membuat perubahan pasar tenaga kerja menjadi lebih cepat. Bayangkan andaikan kita gagap teknologi (gaptek) maka kita akan tertinggal dan ditenggelamkan oleh perubahan itu sendiri. 

KUA juga mesti bekerja dan mampu memberi pelayanan secara optimal. Bukan hanya pelayanan tapi penampilannya juga harus optimal. Karena tugasnya melayani masyarakat dan menjadi ujung tombak kementerian agama di setiap kecamatan maka KUA harus mampu menunjukkan performance menarik atau tampil kerren sebagai gambaran bahwa layanan KUA juga kerren, seru kakanwil.

Mengahiri pembinaannya, Syahrul Yadi menegaskan bahwa menjadi ASN kementerian agama harus pintar dan produktif (menghasilkan), jika belum mampu bersifat produktif maka bersifatlah imitatif (meniru). Kakanwil mencontohkan adanya sebuah negara menjadi besar karena kemampuan awalnya meniru produk negara lain sehingga pada akhirnya negara tersebut lebih populer dibandingnya negara asal produk yang dimaksud. 

Hikmah yang dapat dipetik dari fenomena tersebut ASN bukan hanya bisa meniru tapi juga harus mampu berinovasi agar tetap menghasilkan sesuatu yang baru yang lebih inovatif. 

Syahrul Yadi memberikan trik agar ASN mampu berinovasi yaitu Amati, Tiru Dan Modifikasi.

Sedangkan untuk menjadi ASN yang produktif kakanwil menyarankan untuk membiasakan diri melakukan empat Langkah berikut:

“ Catat Apa Yang Dipikirkan, Laksanakan Apa Yang Dicatat, Evaluasi Apa Yang Dilaksanakan Dan Laporkan Apa Yang dikerjakan”




Acara ditutup dengan doa dan dilanjutkan sesi photo bersama Kepala Kantor wilayah Kementerian Agama Kalbar, Kakankemenag Kubu Raya dan seluruh peserta pembinaan ASN yang hadir.



Buka Komentar