SOSIALISASI INSTRUMEN AKREDITASI SATUAN PENDIDIKAN (IASP) TAHUN 2021

SOSIALISASI INSTRUMEN AKREDITASI SATUAN PENDIDIKAN (IASP) TAHUN 2021


 Madrasah merupakan suatu lembaga untuk terjadinya proses belajar mengajar. Sebuah madrasah akan bermutu jika terdapat pengakuan dan penilaian dari beberapa pihak yang berwenang yang disebut akreditasi sekolah/madrasah. Pemerintah melakukan akreditasi untuk menilai kelayakan program atau satuan pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional secara bertahap, terencana dan terukur sesuai Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional BAB XVI Bagian Kedua Pasal 60 tentang Akreditasi.

Pemerintah menetapkan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional  Nomor 29 Tahun 2005. BAN-S/M adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program atau satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah jalur formal dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. Sebagai institusi yang bersifat mandiri dan bertanggung jawab kepada Menteri Pendidikan Nasional, BAN-S/M bertugas merumuskan kebijakan operasional, melakukan sosialisasi kebijakan dan melaksanakan akreditasi sekolah/madrasah. Dalam melaksanakan akreditasi sekolah/madrasah, BAN-S/M dibantu oleh Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah (BAP-S/M) yang dibentuk oleh Gubernur sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, khususnya pasal 87 ayat 2.

Dalam rangka menindaklanjuti kegiatan Sosialisasi Akreditasi Madrasah yang dilaksanakan di Madrasah Aliyah Swasta Hidayatul Muslimin 2 di Desa Kapur Kab Kubu Raya pada hari Selasa, tanggal 14 September 2021 yang menghadirkan nara sumber pejabat dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat dan Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah. Maka sebagai bentuk manifestasi dilakukanlah  kegiatan simulasi Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) tahun 2021 di madrasah Aliyah swasta Al Baariq jalan Trans Kalimantan Desa Jawa Tengah Kab Kubu Raya. Sebanyak 14 madrasah dari  jenjang  pendidikan madrasah ibtidaiyah sampai aliyah  mengikuti kegiatan simulasi IASP tersebut yang disampaikan oleh pengawas handal kementerian Agama Kubu Raya bapak Anwar M. Nor, S.Pd.I dan bapak Tugino, S.Pd.I yang dibuka oleh bu Herlina, S.Pd., M.Pd. pelaksana seksi Pendidikan Islam.

Dalam kesempatan membuka kegiatan tersebut, bu Herlina, S.Pd., M.Pd. menyampaikan tentang pentingnya simulasi Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) ini bagi madrasah-madrasah yang belum terakreditasi agar dalam proses persiapan akreditasi peserta dapat mempersiapkan segala sesuatunya lebih baik lagi. Dimana kita ketahui bersama bahwa akreditasi merupakan pengakuan dan penilaian terhadap suatu lembaga pendidikan tentang kelayakan dan kinerja suatu lembaga pendidikan yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) yang kemudian hasilnya berbentuk pengakuan peringkat kelayakan. Akreditasi ini dilakukan dengan membandingkan keadaan madrasah yang sebenarnya dengan kinerja standar yang telah ditetapkan.

Madrasah akan mendapatkan status “terakreditasi” jika keadaan madrasah yang sebenarnya telah memenuhi kriteria standar yang telah ditetapkan. Sebaliknya, madrasah “tidak terakreditasi” jika keadaan madrasah yang sebenarnya tidak memenuhi kriteria standar yang ditetapkan.

Madrasah yang terakreditasi diklasifikasikan menjadi 3 tahapan yaitu :

1.       A (Amat Baik) dengan nilai antara 86 – 100

2.       B (Baik) dengan nilai antara 71 – 85

3.       C (Cukup) dengan nilai antara 56 – 70.

Dengan kegiatan simulasi Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) ini diharapkan semua peserta dapat memahami dan mempersiapkan madrasahnya menjadi madrasah yang berkualitas, handal dan bermartabat. Serta  sesuai dengan  harapan Undang-undang Nomor 29 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sehingga kementerian Agama Kab Kubu Raya dapat melahirkan madrasah-madrasah yang kualifite dan bisa dijadikan rujukan untuk masyarakat mengantarkan putra putrinya menimba ilmu pengetahuan yang mumpuni.

Buka Komentar