MAULID BERSAMA MADRASAH, RA DAN PONTREN 2021

MAULID BERSAMA MADRASAH, RA DAN PONTREN 2021

Satuan Lembaga Pendidikan Islam yang terdiri dari MI MTs MA RA dan Pondok pesantren gelar peringatan maulid bersama kamis 28 Oktober 2021 bertempat di Aula Al-Mabrur di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya. Hadir Kepala Seksi Pendidikan Islam, Muhammad Amin, SEI, M.Pd, Kasubag TU mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya, Abu Bakar, S.Ag, Kasi Bimas Islam M Hanafi S.Ag, pengawas madrasah dan ASN Kemenag Kubu Raya. 

Maulid Bersama yang digelar oleh guru dan kepala satuan Pendidikan Islam merupakan pertama kali dilaksanakan sejak pemekaran Kabupaten Kubu Raya dari kabupaten induk Mempawah tahun 2010.

Ada yang unik dalam peringatan maulid kali ini, karena pada umumnya jamaah yang datang ke acara maulid biasanya pulang membawa buah tangan atau oleh-oleh atau berkat. Tapi pada acara maulid kali ini justeru jamaah yang datang ke acara maulid sumbangan dengan membawa komsumsi dan buah-buahan dari rumah masing-masing.


Kasi Pendis mengatakan bahwa penggiat lembaga pendidikan Islam seperti madrasah, RA dan pondok pesantren aneh dan mengagumkan. jika suatu kegiatan didukung oleh anggaran diundang datang. tapi jika suatu kegiatan tidak didukung oleh anggaran mareka sumbangan, disambut senyum oleh jamaah.


Muhammad Amin juga menyampaikan agar peringatan maulid ini dijadikan ajang peningkatkan iman dan taqwa kepada Allah swt dan mempererat tali silaturrahmi terhadap sesama umat Islam. M Amin mengajak agar seluruh elemen masyarakat khususnya penggiat Pendidikan Islam seperti Pondok pesantren, Madrasah, RA dan guru PAI senantiasa hidup rukun dan damai dalam keragaman. Keluarga besar kemenag tidak punya ruang untuk hidup berpecah belah apapun suku, kelompok dan golongannya semua harus menyatu. Mengutif ayat alquran surat al Hujurat  ayat 13 bahwa sesungguhnya Allah menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling kenal mengenal.Insyaallah acara maulid ini akan menjadi agenda tahunan bersama dan dikemas dengan lebih baik lagi nantinya, tuturnya. 

Peringatan maulid merupakan tradisi umat Islam yang diperingati setiap tahun terutama yang berpaham ahlussunnah wal jamaah guna melestarikan tradisi baik yang telah mengakar di masyarakat. 

Seperti biasa, jika bulan rabiul awal tiba sebagian masyarakat muslim memperingati maulid dengan caranya sendiri sesuai dengan tradisi, tempat dan budaya masing-masing.

Peringatan maulid sebuah kemasan yang isinya tidak lain adalah kegiatan bersholawat, berzikir, bershodaqah, bersilaturrahmi dan diselingi tausiyah yang disampaikan oleh kiyai atau ustad. Dalam tausiyah para da’I biasanya mengajak agar masyarakat senantiasa mencintai rasulullah saw, menebar perdamaian, menjaga lingkungan dan melakukan amal kebaikan yang semuanya merupakan perintah agama dan teladan rasulullah yang mesti ditaati.

Peringatan maulid dinilai sebagai suatu pesan untuk membangun kesolehan sosial yang dapat menciptakan perdamaian sesama manusia. 

Untuk menyemarakannya, peringatan tersebut dilakukan dengan berbagai macam acara diantaranya mendatangkan jamaah solawat pimpinan kiyai Nasiruddin M.Si dari pondok pesantren Nurul Amin kecamatan kuala mandor Kabupaten Kubu Raya dan Kiyai Sofiyullah Pimpinan Pondok pesantren Mambaul Ulum kec sungai ambawang.

Untuk menyemarakkan maulid Bersama ini, Kiyai Nasiruddin Bersama rombongan majelis sholawat Kreasi Santri Nurul Amin (KSN). Nasiruddin bersama rombongan datang lebih awal karena mesti mengisi kekosongan waktu dengan sholawat. 

dalam kesempatan ini kiyai Nasiruddin memimpin langsung pembacaan shlawat syarful anam khas dengan suara melengkingnya diringi oleh musik rabana yang dimainkan para santri menambah suasana maulid menjadi meriah dan sangat menyentuh bahkan ketika sholawat dilantunkan terlihat ada beberapa jamaah yang sempat meneteskan air mata karena emosional terbawa suasana damai disaat kiyai Nasiruddin mengajak jamaah bersolawat sambil berdiri ditempat masing-masing (mahllaul qiyam).

Memang tujuan kami adalah untuk membuat orang bergembira atas dilahirkannya nabi tercinta yaitu Nabi Muhammad saw. Kami akan tetap bersholawat sampai akhir hayat guna mendapat ridho Allah dan syafaat Rasulullah saw kelak di hari kiamat, tuturnya.  

Tausiyah disampikan oleh kiyai Sofiyullah pimpinan pondok pesantren Mambaul Ulum Simpang kanan Kecamatan Sungai Ambawang. Dalam tausiyahnya, Sofiyullah menyampikan tentang pentingnya peringatan maulid yang didalamnya diisi dengan amalan sholeh seperti sholawat, zikir sambil bersodaqah berupa makanan dan buah-buahan yang semunya berasal dari karunia Allah swt untuk umat Islam yang mencintai Rasulullah saw. Kiyai muda ini juga mengingatkan untuk selalu beramal sholeh dan berbuat baik terhadap sesama umat. Ada beberapa amal sholeh yang terlihat sepele tapi pahalanya begitu besar di hadapan Allah diantaranya adalah bersholawat. Sofiyullah mengutip sebuah Hadis yang artinya barang siapa yang bersholawat satu kali niscaya Allah akan bersolawat kepadanya sepuluh kali. barang siapa yang bersolawat sepuluh kali maka Allah membalasnya seratus kali dan barang bersholawat seratus kali Allah membalasnya seribu kali. siapa yang bersolawat seribu kali maka Allah mengharamkan jazadnya dari api neraka (HR. Muslim).

Kiyai Sofiyullah juga berpesan agar senantiasa menjaga kasholehan sosial seperti menjenggok tetangga atau keluarga yang sakit dan menghadiri pemakaman Ketika ada orang meninggal karena ke dua perbuatan ini pahalanya sangat besar disisi Allah swt. 

Sehubungan dengan hal tersebut Sofiyullah juga menukil sebuah hadis Rasulullah saw yang artinya, barang siapa menghadiri pemakaman sehingga sholat jenazah dilaksanakan akan menerima pahala satu qirat dan barang siapa menghadiri pemakaman dan tetap tinggal hingga jenazah dikebumikan, ia akan menerima pahala dua qirat (HR. Mutafaqqun alaih). Adapun dua qirat yang maksudkan nabi Muhammad saw setara dengan dua gunung besar.