Kemenag Kalbar Gelar Sosialisasi AKSI 2022

Kemenag Kalbar Gelar Sosialisasi AKSI 2022


Pendis Kubu Raya --- Kantor Kementerian Agama provinsi Kalimantan Barat gelar Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) atau Asesmen Kompetensi Siswa indonesia (AKSI) di Hotel Golden tulip Pontianak 27-28 Juli 2022. Kegiatan diikuti oleh 31 peserta terdiri dari Kasi Pendis dan helfdesk kabupaten se Kalimantan Barat. Sosialisasi AKMI dibuka langsung kepala kantor kementerian agama provinsi Kalimantan Barat H Syahrul Yadi, M.Si didampingi kepala bidang Pendidikan madrasah H Kamaluddin, M.Pd

Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat dalam sambutannya mengatakan bahwa AKMI digelar sebagai upaya untuk memotret kompetensi literasi siswa madrasah dan menjadi salah satu program Kementerian Agama kerja sama bank dunia (word bank). Kompetensi Literasi dimaksud mencakup literasi membaca, numerasi, sains, dan sosial budaya.

AKMI dirancang untuk membantu mendiagnosis kemampuan literasi siswa dan secara umum mereformasi pendidikan madrasah. Rangkaian pelaksanaan AKMI tahun 2022 didahului dengan beberapa kegiatan, salah satunya sosialisasi AKSI/AKMI di tingkat provinsi kemudian masing-masing kemenag kabupaten/kota melaksanakan sosialisasi dengan mengundang proktor dan pengawas masing-masing madrasah dengan rentang waktu kegiatan sosialisasi antara Juli-Agustus 2022. 

Madrasah yang menjadi sasaran AKMI tahun 2022 adalah madrasah yang belum mengikuti AKMI tahun 2021. Jumlah madrasah Kabupaten Kubu Raya yang belum mengikuti AKMI tahun tahun 2021 berjumlah 91 madrasah sehingga secara otomatis menjadi sasaran AKMI tahun 2022.

Sementara itu, kabid pendidikan madrasah provinsi Kalimantan barat H Kamaludin, M.Pd menegaskan bahwa  AKMI penting bagi peningkatan mutu pembelajaran siswa sebagai metode penilaian yang komprehensif untuk mendiagnosis kelebihan dan kelemahan siswa pada literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains dan literasi sosial budaya termasuk survei karakter. Kegiatan ini kerjasama antara kemenag dengan Bank Dunia melalui skema program REP MEQR atau reformasi mutu madrasah selama 2020-2024 ini mesti dijadikan titik pijakan untuk terus meningkatkan mutu pendidikan madrasah," tegasnya.

Sementara itu kepala sub koordinator KSKK H Zainal, M.SI sebagai nara sumber dalam kegiatan mengatakan bahwa ada empat komponen yang dikerjasamakan dengan Bank Dunia. yaitu AKMI, ERKAM (elektronik rencana kerja anggaran madrasah), PKB (Pengembangan Keprofesian berkelanjutan), dan EMIS. Oleh karena itu pergunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dengan harapan kualitas pendidikan madrasah terus meningkat sesuai dengan moto madrasah hebat bermartabat. (em)


Buka Komentar